KUTA BEACH PEDESTRIAN-CENTRAL LOMBOK

Pedestrian sebagai salah satu fasilitas yang wajib ada pada setiap kawasan khususnya kawasan wisata maka desainnya haruslah nyaman, indah dan tepat secara fungsional. Hal tersebut banyak terjadi di Indonesia, banyak pedestrian yang dipergunakan menjadi kegiatan pedagang kaki lima bukan sebagai tempat berjalan kaki. Sebagai salah satu tempat tujuan wisata, maka pantai kuta lombok tengah mulai berbenah dengan menata kawasan wisata pantainya menjadi kawasan yang ramah lingkungan. Dengan lebar pedestrian mencapai 3 meter dan panjang hampir 1 km diharapkan mampu menampung kegiatan wisatawan dan masyarakat sekitar dalam menikmati keindahan alam pantai yang ada. Pola desain dan sirkulasi yang berliku atau lengkung membuat pejalan kaki merasa lebih nyaman karena selalu disajikan beragam nuansa pemandangan alam pantai. Jalur pedestrian ini menghubungkan antara kawasan gerbang pantai Mandalika milik ITDC dan kampung nelayan. Pola desain yang melengkung ini dibuat juga dalam rangka untuk mengurangi penebangan pohon yang sudah ada di tepi pantai.

Beberapa tempat pemberhentian dan tempat duduk disiapkan untuk wisatawan beristirahat dan santai. Furniture dari pedestrian ini sengaja didesain dengan membentuk seperti alat alat yang dipergunakan nelayan dalam mencari ikan seperti, kapal/perahu, alat menangkap ikan, dan lain sebagainya.

Banyak pedestrian di kawasan pantai yang langsung mengalami kerusakan setelah selesai dikerjakan, hal ini disebabkan oleh karena model dan desain pedestrian yang tidak ramah terhadap lingkungan. Pada pedestrian ini konsep pedestrian dibuat layaknya sebuah jembatan dimana pada bagian bawahnya berongga sehingga pada saat air laut naik maka air laut tidak akan merusak pedestrian ini. Pola dan sistem ini secara ekonomis memang akan lebih tinggi biayanya namun secara nilai fungsinya akan jauh lebih awet dan tahan lama (low maintenance).

 

Iklan

The Architect Associates

The Insatiable Traveler

Embrace Adventure. World Travel | Award-winning Photography| Inspiration | Tips

THE THIRD EYE

street journals | photo chronicles | reflections | doodles

Kosmo Foto

Film photography and analogue adventures

P I C T U R I Z E

The Magic Behind Reality

%d blogger menyukai ini: