ROOF DESIGN COMPETITON BY ONDULINE GREEN ROOF AWARD

Perkembangan pariwisata yang sedang digalakkan oleh pemerintah telah menginspirasi produsen atap Onduline untuk berpartisispasi di dalamnya. Salah satunya adalah dengan mengadakan sayembara desain atap untuk rumah sewa di salah satu kawasan wisata atau yang lebih dikenal dengan “Homestay” di wilayah NTT. Berangkat dari lingkungan tepi pantai yang tidak rapi dan cenderung “semrawut” maka konsep yang diangkat adalah Menata bukan menggusur. Pengaturan dan penataan posisi rumah tinggal yang sudah ada adalah hal yang tidak mudah. Tetapi dengan konsep yang hijau dan rapi akan membuat lingkungan yang tadinya adalah kampung nelayan yang kumuh akan menjadi kampung nelayan yang asri.

Konsep tradisional bangunan lokal juga diangkat sebagai titik awal dari mendesain tampak bangunan. Dengan kekuatan bentuk atap yang menjulang tinggi dan tegas akan menjadi salah satu “landmark” dari kawasan dan juga secara fungsional dapat juga sebagai tempat posisi panel sumber energi matahari dan angin.

Ruang ruang yang tercipta diatara bangunan menjadi selasar bagi komunitas warga untuk bisa melakukan interaksi secara bersama. Pola ini memang selalu ada dan muncul di perkampungan Nelayan. Masyarakat banyak berinteraksi dengan sesama di luar rumah sehingga hampir 75% waktunya dihabiskan untuk berkumpul, beristirahat siang dan melakukan persiapan memasakan di ruang luar bersama. Pola ini sengaja dibawa pada desain home stay ini agar wisatawan yang tinggal dapat merasakan suasana kampung nelayan yang merupakan bagian dari “obyek wisata” yang dijual.

Berikut ini adalah penjabaran dan presentasi desain yang telah di sampaikan kepada pihak penyelenggara Sayembara,

17419 - PAGE 001small17419 - PAGE 002 small17419 - PAGE 003 small17419 - PAGE 004 small

Iklan

The Architect Associates

The Insatiable Traveler

Embrace Adventure. World Travel | Award-winning Photography| Inspiration | Tips

THE THIRD EYE

street journals | photo chronicles | reflections | doodles

Kosmo Foto

Film photography and analogue adventures

P I C T U R I Z E

The Magic Behind Reality

%d blogger menyukai ini: